Menurut survei global yang diadakan
oleh Latitude News, Indonesia merupakan negara dengan kasus bullying tertinggi
kedua di dunia setelah Jepang. Kasus bullying di Indonesia ternyata mengalahkan
kasus bullying di Amerika Serikat yang menempati posisi ketiga. Ironisnya,
kasus bullying di Indonesia lebih banyak dilakukan di jejaring sosial.
Tampilkan postingan dengan label Cyberbullying. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cyberbullying. Tampilkan semua postingan
Rabu, 10 Juni 2015
Dampak Cyber Buliying
Lantas apakah efek atau akibat
dari cyber bullying? Hal ini tentunya akan terkait terhadap psikis seseorang,
karena serangan-serangan dari cyber bullying lebih bersifat psikis
daripada fisik. Psikis seseorang tentunya akan berbeda dalam tiap masing-masing
individu. Seseorang yang tidak peduli atau tidak memusingkan terhadap cyber
bullying yang menimpa dirinya, dapat saja mengganggap hal tersebut
merupakan fitnah yang tidak benar dan menganggapnya angin lalu. Namun seseorang
dengan psikis yang rapuh (seperti anak-anak dan remaja) dan seseorang yang di-bully
atas dasar sesuatu aib atau rahasia yang hendak dibuka di muka umum,
tentunya akan menerima cyber bullying ini dalam keadaan yang berbeda.
Karakteristik dan Bentuk Cyber Bullying
·
Materi cyber bullying
(tulisan, photo, video) yang dapat di distribusikan secara world wide dan
seringkali tidak bisa dihilangkan.
·
Pelaku
bullying biasanya bersifat anonim, menggunakan nama lain atau berpura-pura
sebagai orang lain.
·
Kejadiannya bisa kapan saja
dan dimana saja.
·
Contoh
Perilaku Cyber bullying :
a. Flame War : dapat terjadi di milis atau online forum, berupa perdebatan
yang tidak esensial atau penyanggahan tanpa dasar yang kuat dengan menggunakan
bahasa kasar dan menghina.
Pengertian Cyber Bullying
Menurut kamus Merriam-Webster,
cyber bullying berarti bentuk “ancaman” atau “serangan” yang dilakukan seseorang
terhadap orang lain yang disampaikan melalui pesan elektronik lewat media.
Wabah bullying yang semula hanya
terjadi dari pertemuan fisik ini telah menemukan “lapangan” baru yang membuat
pelaku bullying lebih leluasa melakukan tindakan bullying tanpa
pertemuan langsung di dunia nyata yaitu di dunia maya.
Langganan:
Postingan (Atom)